CIBADAK, SUKARESMI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Assa’idiyyah (STITAS) menggelar workshop inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal di Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi. Bertempat di Balai Desa Cibadak pada Hari Jum’at, 19 Agustus 2025, para mahasiswa melatih ibu-ibu PKK dan warga setempat untuk mengolah dua produk unik: dendeng lele dan nugget jantung pisang.
Kegiatan ini lahir dari pengamatan mahasiswa terhadap melimpahnya sumber daya alam di Desa Cibadak, yaitu hasil perikanan berupa ikan lele dan banyaknya pohon pisang di pekarangan warga. Selama ini, potensi tersebut belum diolah secara maksimal dan sering kali hanya dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang relatif rendah.
“Kami melihat ada potensi besar di sini. Lele tidak harus selalu jadi pecel, dan jantung pisang tidak hanya untuk sayur,” ujar [Nama Koordinator Mahasiswa], selaku koordinator program. “Melalui workshop ini, kami ingin menunjukkan bahwa dengan sedikit kreativitas, bahan-bahan sederhana di sekitar kita bisa diubah menjadi produk bernilai jual tinggi dan tahan lama.”
Dari Bahan Sederhana Menjadi Kudapan Istimewa
Dalam workshop yang berlangsung interaktif tersebut, para mahasiswa memberikan demonstrasi langsung tahap demi tahap pembuatan kedua produk.
Dendeng Lele: Para peserta diajarkan cara mem-fillet ikan lele dengan benar, meracik bumbu dendeng yang khas, hingga proses penjemuran atau pengovenan agar dendeng awet. Inovasi ini mengubah ikan lele yang biasa menjadi camilan gurih kaya protein yang bisa disimpan lama.
Nugget Jantung Pisang: Produk ini menarik perhatian besar karena keunikannya. Mahasiswa menunjukkan cara mengolah jantung pisang agar tidak pahit, mencampurkannya dengan adonan tepung dan bumbu, hingga menjadi nugget yang lezat. Produk ini menjadi alternatif camilan sehat dan ekonomis bagi anak-anak.
Antusiasme warga terlihat jelas selama acara. Para peserta, yang didominasi oleh ibu rumah tangga, aktif bertanya dan ikut mencoba langsung proses pembuatan. Mereka tak menyangka bahwa bahan yang selama ini dianggap biasa bisa diolah menjadi produk modern yang menarik.
“Saya baru tahu kalau jantung pisang bisa dibuat nugget seenak ini. Rasanya unik dan anak-anak pasti suka,” kata Ibu [Nama Salah Satu Peserta], salah seorang peserta workshop. “Ini bisa jadi ide usaha baru buat nambah-nambah penghasilan di rumah. Terima kasih banyak untuk adik-adik mahasiswa STITAS.”
Harapan untuk Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial semata. Para mahasiswa juga memberikan wawasan tentang pengemasan produk yang menarik dan strategi pemasaran sederhana agar produk ini bisa menjadi cikal bakal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru di Desa Cibadak.
Dengan adanya alih teknologi dan keterampilan ini, mahasiswa STITAS berharap dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta menjadikan Desa Cibadak memiliki produk oleh-oleh khas yang inovatif dan berdaya saing.
No responses yet