Cipanas, Cianjur – Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Assa’idiyyah yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah menyelenggarakan sebuah workshop inovatif di Desa Sukatani, Kecamatan Cipanas. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan dan pelatihan aplikasi SIPONILA (Sistem Posyandu Nusantara Ibu Hamil, Lansia, dan Anak), sebuah terobosan digital yang dirancang untuk memodernisasi layanan Posyandu dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Workshop yang menjadi bagian dari program KKN mahasiswa STIT Assa’idiyyah periode 2023/2024 ini bertujuan untuk membawa transformasi digital ke dalam sistem pelayanan kesehatan primer di tingkat desa. Para mahasiswa memperkenalkan aplikasi SIPONILA kepada kader Posyandu, ibu hamil, dan keluarga yang memiliki anak balita serta anggota keluarga lanjut usia.


Transformasi Digital untuk Kesehatan Lokal

Aplikasi SIPONILA dikembangkan sebagai solusi terpadu untuk beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh Posyandu, di antaranya:

  • Pendataan Manual: Menggantikan pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan dan kehilangan data dengan sistem digital yang lebih aman dan efisien.
  • Pemantauan Kesehatan: Memudahkan pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi kesehatan ibu hamil, tumbuh kembang anak, dan kondisi para lansia.
  • Akses Informasi: Memberikan akses cepat dan mudah terhadap jadwal imunisasi, informasi gizi, dan tips kesehatan penting lainnya.
  • Pemberitahuan Otomatis: Mengirimkan pengingat otomatis untuk jadwal kunjungan Posyandu, imunisasi, dan pemeriksaan rutin.

Kegiatan workshop ini sejalan dengan salah satu fokus program KKN Tematik STIT Assa’idiyyah, yaitu peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat. Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STITAS, Abdul Basit Amarulloh, M.Pd, dalam kesempatan lain menyatakan antusiasmenya terhadap program yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing melalui pemanfaatan teknologi digital.


Antusiasme Warga dan Harapan ke Depan

Para peserta workshop, yang mayoritas adalah kader Posyandu dan ibu-ibu muda, menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi pelatihan, mencoba langsung berbagai fitur aplikasi SIPONILA pada ponsel pintar mereka. Para mahasiswa KKN dengan sabar memandu setiap peserta, memastikan mereka memahami cara kerja dan manfaat dari aplikasi tersebut.

Kepala Desa Sukatani menyambut baik inisiatif dari para mahasiswa STIT Assa’idiyyah. “Kami sangat berterima kasih atas program yang dibawa oleh adik-adik mahasiswa. Di era digital ini, layanan seperti Posyandu memang perlu sentuhan teknologi agar lebih efektif dan efisien. Kami berharap aplikasi SIPONILA ini dapat terus digunakan dan dikembangkan di desa kami,” ujarnya.

Diharapkan, penerapan aplikasi SIPONILA di Desa Sukatani dapat menjadi proyek percontohan yang menginspirasi desa-desa lain untuk mengadopsi teknologi serupa, demi mewujudkan sistem kesehatan masyarakat yang lebih modern, akurat, dan mudah diakses.

Category
Tags

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *