
Pacet, Kabupaten Cianjur – Dalam rangka mengoptimalkan potensi zakat dan meningkatkan transparansi pengelolaan dana umat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STITAS) menggelar program pengabdian masyarakat berupa sosialisasi aplikasi digital “ZISKU”. Kegiatan ini difokuskan bagi para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan tokoh masyarakat di Kampung Cibodas Parigi, Desa Pacet, pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025
Program ini dilatarbelakangi oleh tantangan dalam pengelolaan zakat secara konvensional, seperti pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan, kurangnya transparansi, dan proses distribusi yang terkadang memakan waktu lama. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN STITAS memperkenalkan ZISKU sebagai solusi inovatif berbasis teknologi.
“ZISKU adalah aplikasi yang dirancang untuk memudahkan para amil zakat, dalam hal ini pengurus DKM, untuk mencatat data muzakki (pemberi zakat), mengkalkulasi jumlah zakat yang terkumpul, hingga mendata mustahik (penerima zakat) secara akurat dan sistematis,” ujar Farhan Azhar, selaku koordinator program.
Acara sosialisasi yang bertempat di Balai Desa Pacet ini dihadiri dengan antusias oleh warga dan para pengurus DKM setempat. Para mahasiswa memaparkan berbagai fitur unggulan aplikasi ZISKU, di antaranya:
Pencatatan Data Muzakki: Memudahkan amil dalam mendata siapa saja yang telah menunaikan zakat.
- Kalkulator Zakat Otomatis: Menghindari kesalahan hitung manual, terutama untuk zakat mal.
- Manajemen Data Mustahik: Memastikan data penerima zakat valid dan terorganisir, sehingga penyaluran lebih tepat sasaran.
- Laporan Keuangan Transparan: Menghasilkan laporan penerimaan dan penyaluran zakat secara digital yang dapat diakses dengan mudah, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Selain presentasi, mahasiswa juga melakukan demonstrasi langsung penggunaan aplikasi, mulai dari proses instalasi di smartphone hingga cara menginput data transaksi zakat. Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif, di mana para peserta banyak menanyakan tentang keamanan data dan kemudahan penggunaan aplikasi bagi mereka yang belum terlalu akrab dengan teknologi.
Ketua DKM Al-Muslimin, Bapak Nandi, menyambut baik inisiatif ini. “Di zaman serba digital ini, kami memang perlu beradaptasi. Aplikasi seperti ZISKU ini insya Allah akan sangat membantu kami dalam mengelola dana amanah dari umat. Semuanya jadi lebih tercatat, rapi, dan transparan,” ungkapnya.
Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga berlanjut pada tahap implementasi dan pendampingan oleh mahasiswa KKN hingga para pengurus DKM mahir menggunakannya. Dengan adanya digitalisasi melalui ZISKU, pengelolaan zakat di Kampung Cibodas Parigi diharapkan menjadi lebih profesional, akuntabel, dan mampu memberikan dampak kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat.
No responses yet